pindu biru



Seandainya kemarau, jangan biarkan musim meranggas
Penghujan// di tiap jejatuhan seperti punguk di atas kelapa
Di atasnya bulat penuh
Tanpa separuh
Luruh biru
Pindu
Bulan..

Sudah jarak terbentang, begitu banyak waktu dibentang
Musim telah datang dan silap
Hayo ulang dan sergap
Separuh yang megap
Jangan utuh sebab belumlah lengkap
Biar miliki sembab untuk tiaptiap katup
Seperti bunga tulip di pegunungan Pamir
Kemudian haru
Biru..

Di sini banyak yang semakin panca
Banyak yang sudah  seperti arcaarca
Waktu yang membuat kuat namun seperti kaca
Tiada pandang dibaliknya
Hanya tembusan yang lurus
Bening
Tibatiba hening..

Seandainya berbilang
Gemintang juga tak bisa membilang
Disini sudah seperti gelang.. tiada ujung
Tak berpangkal walaupun sejengkal
Liyat sudah..

Tiadakah disini seperti yang sudahsudah
Mendapati kosong yang meruahruah
Melimpah satu dua buah
Seperti pohon di tengahtengah beliung
Di mana reranting  habis sudah mengering
Seperti puingpuing yang di tangkap hilang
Asing

Terlalu banyak sudah di jemari
Sampai lembar bukubuku berdebu seperti karat paku
Sampai akhirnya bukubuku jemari jadi jeruji
Tiadakah disini pindu
Biru..

Sudahkah seperti pohon Bodhi
Yang sunyi saja semakin sepi
Hanya mengenal luas yang tak berselang tepi
Apakah ini sudah seperti hari nyepi?
Ah bahkan budha juga tak pandaipandai dalam ramai
Sudahkah masa penghujan titik?
Rinairinai
Jangan masai

Biru
Biru
Dalam nanti
Masa

Musim telah datang dan silap
Di antara zaman yang megap gelap
Sudahkah masa penghujan datang?
Akh..di bentang jarak sungguh mirip jangkrik
Hanya bunyi dalam sunyi.. Biru

Biru
Dalam nanti
Masa

Silap Gelap 0352, 121013