beginilah, rindu



beginilah, ketika diam jadi selaput tipis
yang pisah menelan wicara
tiada datang suatu kabar, yang habis
menyisakan rongga menganga

barangkali suatu titik jadi manikmanik
yang enggan, tak panik
jadi biasa sebab suadah harihari jadi
mati, tapi
ini bukan titik, hanya diri yang berkalang
bisu, bahkan sudi berlamalama waktu

bilangbilang rindu jadi tugu, sendiri
berdiri
di titianmangsa menunggu, mungkin
pilu tapi sendu

begitukah mirip tulip diterpa kedip
matari
tiada kata berkedip tiada bibir melihat
sedari pagi tapi terik, menyengat
matari tak selamanya julang di atas
ubunubun
dititik senja, cakrawala begitu hampar
tapi jangan hambar
wicara belum belum habis
seperti suatu genangan air, diam
bagai cermin, dingin
ingin
tak disapu angin
suatu suara, atau larik kalimah
tak sayupsayup

barangkali rindu