Dari Jendela



dari jendela itu aku bisa memandang, sebuah sudut
dari atas aku bisa tau tentang peristiwa yang mangut
dari sana aku bisa yakin, tentang titik yang bisa remuk
dari penggal laku yang bisa pecah dan terserak dari utuh
betapa sering dan akhirnya dedauanan menjadi hambar
seperti gading yang ditinggal, nelangsa akhirnya liar
kelak kering dan layup
hening sayup

di luar disebuah sudut lelaba membangun jejaring
dengan lariklarik yang sering
sebentar lagi serangga lain hingap
untuk sekali lagi ditingkap

dari sudut, kabut,
ke atas bisa ditimpas
dari pojok nanti mati
kemanapun senonok, dimanamana segalanya perlu hatihati
lelaba membangun jejaring
tertatih, bangun, letih, pusing

dari sudut jendela nanti bisa tahu
perlu bahu membahu
tabu, tahu

ah dari sini menjadi menara gading
mari pergi dan menari sampai daging
siapsiap, tak harus takut,
nanti akut, sebentar saja bisa sikutsikut

disana mega megap dan matari jadi sedusedan
disini serba gegap, lainlainnya pun berderet sedansedan
bolehlah kita pergi, jauh dari gempita, susuri yang jadi pelita
untuk kekurangan yang menganga, dari kesombongan lintahlintah

ah betapa lamanya dedauanan tumbang, tak usah perlu ditimbangtimbang
sebentar lagi angin datang, mari ikuti pusarannya biar bisa berkembang
dari jendela itu aku tahu
dulu jadi lampau
hari depan yang di atas punya urusan, ia tahu
tinggal ia tingkap
kemudian lengkap